Jumat, 08 Januari 2010

Perkembangan Skateboard


Mungkin untuk anak muda yang suka dengan olah raga extrim tidak asing dengan yang namanya olah raga Skateboard atau papan seluncur. Untuk di Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya, olah raga ini hanya baru ada di daerah-daerah yang banyak kunjungan wisatawan asingnya seperti, Kuta, Denpasar dan wilayah sekitarnya. Itu bisa dimaklumi sebab yang pertama kali membawa olahraga extrim ini ke Indonesia dan Bali pada khususnya adalah para wisatawan asing yang datang berlibur ke Bali, sehingga secara otomatis anak-anak muda yang ada disekitar tempat pariwisata tersebut kena pengaruh olah raga extrim ini. Seiring berjalannya waktu skateboard berkembang ke daerah-daerah lainnya seperti, Gianyar, Klungkung, Bangli dan daerah-daerah lainnya. Kali ini saya akan menceritakan tentang perkembangan skateboard di daerah asalku yaitu Gianyar sebab saya adalah salah satu anggota Komunitas Skate disana yang bernama Gianyar Skate Community. Sebelum terbentuknya komunitas skate ini para skater yang ada di daerah Gianyar satu sama lainnya tidak ada yang menyadari kalau di daerahny (Gianyar) ada banyak anak-anak yang suka main skateboard. Bermula dari 3 orang skater yaitu, Tantra dari Bona, Lunak dari Sukawati dan saya sendiri Mang Agus dari Bona berinisiatif melakukan chek spot ke kota Gianyar tepatnya di gedung Gelanggang Olahraga Gianyar dan sekarang sudah menjadi Terminal Kota Gianyar. Gedung tersebut tempatnya sangat bagus, luas, sejuk dan nyaman. Lantainya terbuat dari papan karena dulunya gedung tersebut biasa dipakai melakukan event perlombaan bola volley oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar dan selama gedung itu tidak dipakai kami yang memanfaatkannya. Karena nyamannya gedung tersebut kadang-kadang kami sering berolahraga sampai larut malam sebab gedungnya dilengkapi penerangan yang sangat wahhhh...!!!. Seiring berjalannya waktu akhirnya banyak juga para anak muda yang melirik dan ingin ikut bermain bersama kami seperti Astika, Windu, Dono, Adi, Kadek Kramas dan masih banyak lagi yang lainnya, ada yang sudah bisa main sampai yang baru belajar. Kami sangat senang karena ternyata ada yang mau menerima keberadaan kami, yach...biarpun masih ada segelintir orang yang tidak suka dengan kehadiran kami tapi kami anggap itu sebagai angin lalu. Bermula dari cerita mulut ke mulut akhirnya spot kami akhirnya sampai juga ke Komunitas Skater didaerah lain di Bali seperti Kuta, Denpasar dan sekitarnya dan mereka satu persatu datang ketempat kami untuk mencoba spot kami. Biarpun dengan alat seadanya yang kami peroleh dari usaha kami dengan cara membuat iuran tiap kali main tetap bisa membuat mereka senang dan ingin datang kembali dilain waktu. Akhirnya tiba waktunya diselenggarakannya Porda untuk Kabupate Gianyar dan gedung yang kami pakai akan direnovasi. Saat itula kami sangat merasa kecewa dan berat hati untuk meninggalkannya, tapi apa mau dikata tempat itu memang bukan milik kami dan akhirnya kami pun pindah ke tempat Ruang Tunggu Terminal disebelahnya sambil menunggu gusuran berikutnya. Untungnya terminalnya tidak begitu ramai jadinya ruang tunggunya selalu sepi. Tempatnya cukup bagus dilengkapi dengan bangku panjang tapi sayang banyak berdiri tiang-tiang penyangga gedung yang membuat tempatnya menjadi agak sempit. Biarpun demikian kami masih bersyukur karena kami masih ada tempat untuk bermain dan para skater dari luar daerah makin banyak yang datang ke tempat kami. Suatu hari tempat kami mendapat kehormatan dengan kedatangan para Skater Malaysia yang sedang membuat video. Rombongan itu di motori oleh Indra Kubon. Oh ya...selain Indra Kubon tempat kami juga biasa didatangi oleh skater top yang laen seperti Putu Yogi, Gus Pras, bahkan Tony Sruntul pernah menjajaki spot kami serta yang lainnya dan sampai sekarang mereka masih datang disaat ada waktu. Kami mengucapkan banyak terima kasih pada mereka yang pernah datang ke tempat kami, mudah-mudahan skateboard bisa cepat berkembang untuk di Bali dan Gianyar pada khususnya. Sampai saat ini kami Gianyar Skate Community beranggota tetap hanya 9 orang saja diantaranya, Tantra, Lunak, Pendu, Kadek Kramas, Astika, Santa, Awi, dan saya sendiri Mang Agus. Kami tidak menutup kemungkinan untuk menerima siapa saja yang ingin bergabung bersama kami, baik untuk yang sudah bisa maupun yang baru belajar. Mari kita kembangkan olahraga Skateboard di daerah yang kita cintai ini, salam damai "peace"..
Mohon maaf apabila ada kata-kata/tulisan saya yang tidak berkenan dihati karena saya masih dalam tahap pembelajaran (^_^)..
terima kasih.







""The Lost Boy""



Tidak ada komentar:

Posting Komentar